Jalan Tuhan

Kemungkinan Petrus kaget tatkala mendengar jawaban Tuhan Yesus : …enyahlah iblis,…….. Pada hal maksud Petrus adalah baik, dia menghimbau Tuhan Yesus untuk tidak berjalan ke Kota Yerusalem karena disana Beliau akan menderita, dicambuk, disiksa dan disalib,….. kekawatiran yang wajar bagi seorang manusia. ( sebagian Matius 16 : 21-22)

Petrus belum menyadari akan kedatangan Tuhan ke dunia, baru setelah ditinggal oleh Tuhan naik kesorga dan Roh Kudus  turun kekepala mereka, maka barulah Petrus dapat mengakui ( Kis Rasul 2 : 22-24).

Tuhan Yesus tidak terpengaruh oleh apapun , Beliau tetap menjalankan apa yang diperintahkan Bapanya dengan demikian Beliau tahu betul akan maksud dan tujuan Nya Beliau dilahirkan kedunia,  Beliau jalan terus, menanggung penderitaan dan mempersembahkan kurban.

Bagaimana dengan kita ? Kita dipanggil oleh Tuhan Yesus ke dalam pengikutanNya, terpanggil dalam tugas yang istimewa dan didalamnya termasuk imamat rajani, suatu panggilan yang istimewa. Untuk bisa kesana jalan yang telah ditentukan Tuhan harus dijalani hal itu berkaitan dengan penderitaan, duka cita, dan banyak beban penderitaan. Kadangkala kita juga belum memahami seperti Petrus akan tugas istimewa ini, kita memerlukan pengertian dan pengetahuan mendalam.

Kalau Tuhan Yesus tetap berjalan maju, maka kita pun demikian , kita tinggalkan jalan-jalan lama kita dan menerima pernyataan Roh Kudus sesuai berjalannya waktu, menanggung penderitaaan yang telah diizinkan oleh Allah, mempersembahkan kurban yaitu siap sedia untuk menyerahkan hidup kita bagi Tuhan Yesus dengan melayani dalam pekerjaanNya.  gambar disini

Sumber : NAC

3 responses to “Jalan Tuhan

  1. “Pengikutan” terkadang kita lupa akan pengurbanan yesus sang mesias ini dia rela menderita mengalami siksa dan aniaya.demikian pula jika kita sudah menentukan pilihan untuk Mengikut, sudah barang tentu ada komitment dari sebuah pengikutan, yaitu kita akan mendapat bagian dalam penderitaan yg Yesus alami dan hendaknyalah kita memikul salib itu dengan sukacita.agar kita mendapatkan bagian pada saat IA menyatakan emulyaannya. Bagus Evanglist artikelnya tapi kenapa ga di Sher di Keluarga Kita atau di blog GKB atau mungkin web.

    Kepercayaan pada saat ini adalah Kontekstual, Maksud saya adalah Penyebarluasan informasi dan kabar kesukaan dengan tumbuh kembangnya teknologi informasi, posting artikel Religi sangat Evektif dan Evisien dalam kita mencoba menjaring dan melaksanakan program 1/mil. saya tunggu Postingan Artikel2 yg lainnya Evanglist GBU

  2. “Pengikutan” terkadang kita lupa akan pengurbanan yesus sang mesias ini dia rela menderita mengalami siksa dan aniaya.demikian pula jika kita sudah menentukan pilihan untuk Mengikut, sudah barang tentu ada komitment dari sebuah pengikutan, yaitu kita akan mendapat bagian dalam penderitaan yg Yesus alami dan hendaknyalah kita memikul salib itu dengan sukacita.agar kita mendapatkan bagian pada saat IA menyatakan emulyaannya. 1 Petrus 4 : 12 – 17
    Bagus Evanglist artikelnya tapi kenapa ga di Sher di Keluarga Kita atau di blog GKB atau mungkin web.

    Kepercayaan pada saat ini adalah Kontekstual, Maksud saya adalah Penyebarluasan informasi dan kabar kesukaan dengan tumbuh kembangnya teknologi informasi, posting artikel Religi sangat Evektif dan Evisien dalam kita mencoba menjaring dan melaksanakan program 1/mil. saya tunggu Postingan Artikel2 yg lainnya Evanglist GBU

  3. Tuhan tak pernah salah
    apapun yang dilakukan tuhan tak pernah meleset
    dan selalu terbaik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s