Kepercayaan yang hidup- melakukan kehendak Tuhan

IMG_06810681int

Tatkala seseorang bertanya ” Apakah kepercayaan mu ? “, kemungkinan akan mendapatkan jawaban yang berbeda, yang satu menyatakan terus terang kepercayaan sebagai seorang kristiani, yang lain malah berusaha menghindar, hal itu juga terjadi didalam murid Tuhan Yesus yaitu Petrus tatkala Tuhan sedang menjalani pengadilan.

Namun pada akhirnya Petrus menyadari kekeliruannya dan telah belajar dari Guru Besarnya yang semula diingkari. Hal itu sesuai seperti yang beliau nyatakan didalam pengakuannya didepan pengadilan seperti yang tertulis dalam Kisah Para Rasul 4:19,20. Ini berarti beliau telah mempelajari dan menerapkannya dalam kehidupannya. Sehingga dia telah menjadi pelaku firman, tidak hanya mendengar saja.

Demikian pula kita, kini kita belajar dari Guru Besar melalui para utusanNya dan tidak ingin hanya sebagi pendengar melainkan juga sebagai pelaku firman, dan disana diperlukan suatu kemauan, keberanian dan tenaga yang besar untuk bisa melakukannya. Itu menunjukkan adanya suatu kepercayaan yang hidup didalam diri kita.

Dengan mendengar dan melakukan firman Allah kita dapat mengumpulkan pengalaman-pengalaman kepercayaan bahwa doa-doa kita didengar, kurban kita diberkati, pelayanan yang penuh suka cita membangkitkan suka cita, dan kesediaan kita untuk mengampuni akan mengerjakan damai sejahtera didalam diri kita dan sidang jemaat serta sesama kita.

Kita ingin mengikut kehendak Allah dengan suka cita, berani dan terima kasih kita, dan itu setiap saat dapat kita lakukan.

Sumber : NAC.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s