Allah memberkati taburan

Bersyukur,…….. kata-kata yang membuat hati dingin

IMG_05790579intdan mendekat kepada sang Pencipta, karena bersyukur terbesar tentunya kita panjatkan kepada yang maha Esa, Bapa Sorgawi, atas segala sesuatu yang boleh kita terima dan rasakan.

Sepantasnya kalau kita mau bersyukur dimana kita dapat menabur,…. ditinggal pergi dan tumbuh sendiri. Pernahkan kita memikirkan siapa yang memberikan kehidupan sehingga benih yang kita sebar dapat tumbuh?,…………… Oh itu alami, sudah dari sononya dan otomatis dong !, kalau demikian  tanpa kita sadari kita telah jatuh kedalam perbuatan picik dan mengkesampingkan Sang Pencipta.  Allah lah yang memberkati dan Beliau menumbuhkan dan memberi hidup sesuai dengan kehendakNya, semua benih dimungkinkan untuk tumbuh sesuai dengan kehendak Ilahi, itu terjadi tanpa perbuatannya, tetapi manusia dapat ikut mempersiapkannya( Markus 4 : 26-29 ).

Kerajaan Allah juga dapat diumpamakan dengan taburan dan panenan, karena itu didalam Matius 13:38 disebutkan anak-anak kerajaan adalah benih-benih yang baik, dan berdasar kemurahanNya kita termasuk didalamnya dan dilain sisi kita juga merupakan ” sebagian ladang”.  Dalam hal sebagai ladang maupun benih kita tidak bisa menabur diri sendiri, ada penabur yang lain, yaitu para hamba Tuhan yang menabur hati kita benih-benih yang berupa firman, dan kita harus mempersiapkan ladang hati kita agar bertumbuh dan berkembang.

Disisi lain kita juga dapat berdiri sebagai penabur dalam ladang hati orang lain yang juga akan diberkati oleh Allah, untuk itu hendaknya ada sikap bijak untuk memilih benih taburan. Benih-benih yang baik saja yang hendaknya kita taburkan, sama seperti petani yang memilih bijih dengan kualitas tinggi yang disiapkan untuk benih yaitu kasih, damai sejahtera, keramahan, pengertian akan keselamatan, semangat kepercayaan. Benih-benih  tersebut dapat ditaburkan dalam hati suami, isteri, anak, sidang jemaat, lingkungan dsb.

Kita tidak boleh merusak alam, demikian juga benih-benih yang baik yang  telah ditaburkan dalam hati jangan dirusak, tetapi justru kita pelihara, agar terhindar dari roh-roh asing. Kemudian masa panen akan datang, Manusia dapat menentukan sendiri panenannya, tidak bisa menghindar, apa yang kita tabur itulah yang akan kita panen, baik yang jahat maupun yang baik bersama tumbuh. Barangsiapa ambil dalam bagian ” panenan yang pertama”  yaitu yang diambil oleh Tuhan pada saat kedatanganNya kembali, tergolong sebagai orang yang diberkati oleh Tuhan untuk selamanya.

Sumber : NAC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s