Berbalik kepada Tuhan

9 Februari 2010 at 01:59 | In Uncategorized | Leave a Comment
Tags:

Sakit kusta pada waktu dianggap sebagai kutukan Tuhan sehingga harus diasingkan dari pergaulan dan masyarakat, sesuai ketentuan hukum Taurat saat itu maka seorang Imam dapat menentukan apakah orang tersebut sudah sembuh dari sakit kusta atau belum, karena itu tatkala Tuhan Yesus telah menyembuhkan 10 orang yang sakit, beliau mengatakan sebagai mana yang tertulis dalam Lukas 17 :14-16 ” Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam”. Tuhan ingin menggenapi hukum Taurat.

Walaupun merasa belum sembuh namun mereka tetap berjalan ke tempat imam ( karena mereka percaya Tuhan menjamin kesembuhan ) ,dalam perjalanan itulah mereka sembuh, satu orang berbalik dan tersungkur dihadapan Tuhan untuk berterimakasih,yang sembilan lainnya kabur. Sikap yang seorang ini ingin kita teladani, dia orang Samaria yang dianggap oleh orang Yahudi sebagai orang tersingkir, orang kafir, namun Tuhan menghargai mereka. Sikapnya menghargai Yesus Sang Juruselamat, dia dapat memuji dan memuliakan Allah dengan tindakan yang benar.

Bagaimana dengan kita? Pengajaran apa yang kita peroleh dari peristiwa ini? Pertama – tama adalah penting untuk kita mengenali bahwa  ” Kusta dosa ” dapat disembuhkan, kemudian Tuhan tidak pernah mengecualikan seorangpun untuk mau selamat, yang penting adalah kepercayaan orang tersebut dan adanya tawaran keselamatanNya, selanjutnya orang harus pergi ke tempat pertolongan itu ada dan terakhir mengucap syukur karena telah sembuh dari jalan yang telah biasa semula dilakukan. Gambar disini

Sumber : NAC

Bekerja di ladang Tuhan

28 Januari 2010 at 23:50 | In Uncategorized | Leave a Comment
Tags:

Ikut bekerja, sesuatu yang mendatangkan hasil, tetapi konotasi ” bekerja” ternyata ada dua kemungkinan, ikut berkerja membantu menanam dan membangun atau ikut bekerja merusak dan mencabut.

Firman Tuhan melalui nabi Yeremia mengungkapkan dalam kitabnya bab 24;4,6 Salinan Alkitab Jerman. Disana Tuhan akan membangun dan menanam, dimanakah kita bisa membantu ?

Ikut membangun pekerjaan Allah dengan menyumbangkan bakat-bakat kita berarti berarti ikut aktif bekerja dalam sidang jemaat , memperantarakan saudara/i didalam doa, dan menjadi suri tauladan dalam jalan hidup didalam dan diluar sidang jemaat.

Ikut bekerja merusak pekerjaan Allah adalah dengan tindakan sama sekali pasif, mencari keuntungan sendiri dan tidak ada sama sekali pengharapan bahwa Tuhan akan segera datang.

Oleh karena itu marilah kita yang sedang berada didalam “Taman ” Tuhan kita juga menghasilkan tanaman yang sedang berbunga didalam saling mengasihi dan selain itu disana mendapatkan makanan jiwa serta mau mengenali dan mengakui mujizat Allah didalam pekerjaanNya. Gambar disini.

Sumber NAC

Melihat Allah

21 Januari 2010 at 23:33 | In Uncategorized | Leave a Comment
Tags:

Siapa sih yang tidak ingin melihat Allah, yang adalah yang maha kuasa,kasih,mulia,sempurna ,……………….. namun itu tidak mungkin, karena itu murid-murid Tuhan Yesus mohon : Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami ”   hal itu menyatakan kerinduan untuk memperoleh kejelasan dan kepastian untuk bisa memandang Allah yang tidak kelihatan. Namun Tuhan Yesus menjawab : ” Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” ( Yohanes 14:9).

Didalam Ibrani 1:2 digambarkan bahwa Tuhan Yesus sebagai Dia yang ditetapkan Allah untuk menjadi ahliwaris atas segala sesuatu dan melalui dia dunia telah diciptakan. Karena itu Beliau mengatakan : “Aku adalah Yang Awal dan Yang akhir ” ( Wahyu 1:17 )

Sang Putra Allah bekerja dengan tenaga ciptanya, Beliau dapat menciptakan keselamatan bagi manusia beberapa contoh dibawah adalah  karena Beliau memiliki karunia dan kuasa terhadap :

a. Alam, contoh saat Tuhan meredakan angin ribut ( Markus 4:35-41 )

b. Setan, contoh saat Tuhan menyembuhkan orang yang dirasuk setan.

c. Penyakit, contoh tatkala Tuhan menyembuhkan perempuan sakit.

d. Kematian, contoh tatkala beliau membangkitkan Lazarus dan anak Yairus.

Kini segala perkara kita tergantung kepada Beliau karena beliau juga adalah :  Jalan kebenaran dan hidup yang menghantarkan kita pada kehidupan dengan sang Bapa, Beliau menciptakan damai sejahtera melalui kurbanNya, dapat membawa kita pada kemenangan, dan Beliau menjadikan kita sebagai anak-anakNya sehingga se ahli waris dengan Beliau.

Kelak pada waktunya kita akan melihat Allah yang sebenarnya.

Sumber : NAC

Berita Kerajaan Allah.

5 Januari 2010 at 21:47 | In Uncategorized | 1 Comment
Tags:

“……..tetapi engkau pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah dimana-mana,” (Lukas 9 : 60 ) Mungkin kita berpendapat ,…. ah itu mah untuk para pelayan, para hamba Tuhan, para jawatan,……. ternyata bukan demikian,… karena itu kalau kita melihat kontek saat itu, maka hal tersebut berkaitan dengan pengikutan, jadi setiap orang disapa dan dihimbau untuk ikut aktif.

Jadi himbauannya untuk semua adalah : Berkata-katalah perihal kepercayaan dan tujuan kepercayaanmu, dan hal itu tidak hanya dengan kata saja tetapi juga didalam menyatakan citra Tuhan Yesus, karena banyak orang dapat berkata perihal citra Kristus antara lain :

a. Tuhan berani dan membaca Kitab Yesaya didalam sinagoge : “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengar ( Lukas 4:21 ). dari sini kita dapat berkata-kata juga dengan apa yang kita peroleh dalam sidang jemaat.

b. Tuhan menghargai setiap pelayanan terhadap sesama manusia, Beliau tahu apa perasaan orang lawan bicara, dari sini kita hendaknya juga peka didalam pergaulan dengan sesama manusia.

c. Tuhan berbelas kasihan dan membantu orang lain dalam kesusahan.

d. Tuhan melawan Iblis , juga terhadap pencobaan yang memikat, demikianlah kita juga bisa melawan iblis.

Pesan ini hendaknya dapat kita usahakan untuk melakukan mulai tahun 2010 ini. Memberitakan Kerajaan Allah tidak hanya dengan kata saja tetapi dengan menjadi citra Yesus dan mewartakannya. Gambar  dari sini.

Sumber : NAC.

Kotbah Natal yang pertama

25 Desember 2009 at 01:47 | In Uncategorized | 2 Comments
Tags:

Jangan takut, sebab sesungguhnya akumemberitakankepadamu kesukaan besar ! ” Lukas 2 : 15 – 17.

Semula pasti memang demikian, hal itu dapat kita bayangkan tatkala tiba-tiba diangkasa berlaksa malaikat bernyanyi, pasti kita juga takut, namun setelah mendengar apa yang mereka katakan mereka tidak takut lagi, maka mereka berjalan ke Bethlehem dan melihat bayi yang dikatakan oleh malaikat tadi, kemudian mereka menyebarluaskan berita tersebut.

Titik berat firman Alkitab adalah, mereka mendengar, bertindak – menghayati bahwa yang dikatakan malaikat itu benar, kemudian mereka menyebar luaskan.

Apa yang terjadi dalam hidup kita saat ini ? Pertama-tama kita datang dalam kebaktian, mendengar friman Allah, selanjutnya ?  Diharapkan kita juga dapat mendengar dan bertindak untuk bisa menghayati , tetapi kadangkala sulit bagi kita, karena yang kita dengar dalam kebaktian lebih bersifat umum dan berkaitan dengan cara hidup secara keseluruhan. Bagaimana kita bisa menerapkan ? Yaitu mengusahakan Firman yang kita  dengar dalam kebaktian tersebut harus menyertai kita, sehingga kita ingat akan firman tersebut setiap saat dan menjadikan tolok ukur tindakan kita sendiri. Dari melakukan tindakan tersebut timbulah penglihatan dan penghayatan :

Menghayati pelayanan malaikat, berkat ilahi, tuntunan Roh Kudus dan selanjutnya marilah kita makin tekun bergumul untuk menghayati Tuhan  untuk melihat pekerjaan Nya.

Menyebarluaskan memiliki arti yang luas, tidak hanya berkenaan dengan mengakui Injil ( kabar kesukaan) atau bersaksi saja, melainkan juga usaha untuk menyebarkan karunia-karunia ilahi seperti damai sejahtera yang disampaikan dalam kabar kesukaan Natal, suka cita bahwa Sang Putera Allah telah menjadi manusia dan pengharapan bahwa Sang Putera Allah akan menjemput milikNya pada hariNya. Gambar dari sini.

Selamat Natal 2009 dan Tahun Baru 2010

Sumber : NAC

Menurut Firman

24 Desember 2009 at 03:43 | In Uncategorized | Leave a Comment
Tags:

Orang dapat menuruti perintah berdasarkan berbagai alasan yang berbeda-beda ada yang rasa takut hukuman, ada yang takut rugi dan mungkin ada banyak manfaat kalau nurut. Tetapi kita mentaati firman Tuhan bukan berdasar ketakutan, melainkan berdasar kasih.

Contoh perintah Tuhan : “…… supaya kamu saling mengasihi…..” ; ” Barangsiapa terbesar diantara kamu hendaklah ia menjadi pelayanmu ” ;  “….. dan ampunilah segala kesalahan kami, sebagaimana kami juga mengampuni mereka,…” Hal ini dapatkah kita melakukan?

Suatu jalan hidup yang konsekuen sesuai dengan kehendak Tuhan seperti dalam melakukan perintah Tuhan tadi, membutuhkan aliran tenaga ilahi yang terus menerus, karena kita punya watak, kebiasaan-kebiasaan bahkan kadangkala harus melawan arus roh zaman.

Perjamuan Kudus merupakan sarana kita mendapatkan tenaga, karena Perjamuan Kudus adalah bentuk paling erat dari persekutuan hidup dan citra Tuhan Yesus yang dapat dialami sebelum kedatangan Tuhan Yesus kembali, disini akan membantu menguatkan, membentuk, memelihara agar sampai kepada kerampungan.

Pada penikmatan  Perjamuan Kudus yang penuh berkat dan sempurna dapat menghantarkan perkembangan jiwa kita sampai pada keadaan aman dan terlindung didalam Tuhan. Gambar disini.

Sumber NAC

Sabar,teguh dan tegar

24 Desember 2009 at 03:22 | In Uncategorized | Leave a Comment
Tags:

Adven mengingatkan pada dua kejadian kemurahan yang besar yaitu kelahiran Tuhan Yesus dan kedatangan Beliau sebagai Pengantin Jiwa. Ini berkaitan dengan perubahan besar, tetapi hanya sedikit saja yang masih menantikan saat perubahan tersebut. Untuk itu diingatkan pada oleh Yakobus pada bab 5:7,8  “…… bersabar sampai kepada kedatangan Tuhan….”. Saat ini kita mengalami penderitaan ketidakadilan, penghinaan, penganiayaan, ketakutan akan masa depan seperti dahulu tatkala Yesus lahir, yang saat itu bangsa Israel dibawah tekanan bangsa Romawi. Siapa yang ingin perubahan untuk kebaikan? hanya sedikit saja yang menantikan seperti Simeon.

Sebagai manusia kita juga mengalami hal tersebut, namun pandangan mata kita oleh firman yang dibangkitkan oleh Roh tertujukan pada keselamatan kita. Tetapi untuk itu perlu sabar, teguh dan tegar didalam tugas kita sebagai anak terang untuk tetap melayani, juga didalam ujian-ujian dan penderitaan yang diijinkan oleh Allah.

Sebuah benih memerlukan perkembangan untuk matang,  hujan, angin, matahari, panas diperlukan. Kita juga demikian halnya, untuk itu kita juga hendaknya “tidak heran oleh panas ” yang kita alami. Gambar disini

Sumber : Nac

Perubahan – pengubahan

13 Desember 2009 at 22:53 | In Uncategorized | Leave a Comment
Tags:

Banyak harapan manusia dalam hidup dimuka bumi ini, namun semua harapan tersebut tidak ada harapan yang jelek misal dari yang baik  menjadi jahat, dari yang kaya menjadi miskin,……………. tapi yang diinginkan adalah sebaliknya,….. dari yang miskin menjadi kaya, dari yang sakit menjadi sehat dari,……. dst.

Itu menyangkut hal jasmani yang diperlukan untuk  hidup manusia paling lama 100 tahun, tapi bagaimana dengan jiwa kita yang mempunyai hidup kekal? Perlu difikirkan dengan bijaksana oleh manusia yang ingin dikemudian hari mengalami suatu hari ,………. pengubahan. Rasul Paulus menuls di 1 Korintus 15:51,52  ” Sesungguhnya aku akan menyatakan kepadamu suatu rahasia : kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semua akan DIUBAH dalam sekejab mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan DIUBAH.” Kapan nafiri ( berita kesukaan ) terakhir ditiup ( diberitakan)?, tidak ada yang tahu, tetapi yang jelas sampai kedatangan Tuhan. Hal ini benar benar akan terjadi untuk jiwa-jiwa yang mau ” diubah” yaitu mereka yang mau dengan konsekwen menyesuaikan diri dengan sikap dan citra Tuhan Yesus.

Peristiwa pengubahan tersebut harus dimulai sejak sekarang dari ketidak percayaan dan ragu menjadi percaya yang teguh, dari ketiadaan kasih menjadi pengasih termasuk kepada musuh-musuh, dari sikap yang hanya memikirkan perkara2 duniawi menjadi mempreoritaskan Kerajaan Allah , dari yang tidak ada pengharapan menjadi pengharapan yang hidup kemudian dari yang hanya mengandalkan diri kepada kekuatan sendiri menjadi kepada pengetahuan dan pengakuan bahwa semua berasal dari Allah.

Masa depan kita HARUS dimulai sejak saat sekarang, hal tersebut termasuk pada masa depan untuk jiwa kita. Gambar disini

Sumber : NAC

Kunci Surga

8 Desember 2009 at 01:07 | In Uncategorized | Leave a Comment
Tags:

Rumah tanpa kunci sangat rawan terhadap pencurian benda-benda  berharga yang ada didalamya, sebaliknya sangat sulit untuk memasuki ruangan  tersebut apabila tanpa kunci yang pas,  apalagi kunci sebuah kerajaan.

Kunci dapat mempunyai arti wewenang, yang berkuasa atas,……. , karena itu kunci kerajaan Sorga sangat dicari oleh manusia supaya dia bisa memasukinya, namun mereka tidak bisa menemukannya, dimanakah sebenarnya? Beliau – Tuhan Yesus – yang berkuasa atas neraka dan maut memberikan firmanNya kepada Petrus : “  Dan Akupun berkata kepadamu : Engkau adalah Petrus dan diatas batu karang ini Aku akan mendirikan sidang jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan KUNCI kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat didunia ini akan terikat di sorga. Apa yang kau lepaskan didunia ini akan terlepas di sorga ( Matius 16 : 19 ).

Petrus seorang manusia, dia juga meninggal beberapa tahun kemudian, pasti Tuhan tidak salah memberi, yaitu memberi wewenang berharga dan akhirnya meninggal dan tidak bisa dimanfaatkan. Sebenarnya tugas dan wewenang yang diberikan , tidak diberikan kepada sembarang orang, sehingga wewenang atau tugas  tersebut tidak dibawa mati, karena pasti nggak akan berharga.

Petrus sebagai murid Tuhan , utusan dan rasul, karena itu kunci tersebut ada didalam diri rasul, yang harus tetap ada sampai Beliau datang ( Matius 28 : 18 s.d.20 ) .  Hal ini mengisyaratkan bahwa mereka yang mau masuk kedalam kerajaan sorga hendaknya mau mengikut dibelakang rasul Tuhan. Ada yang mau ikut masuk ke kerajaan Sorga ? Pasti semua mau,……. temukan beliau disana,………

Gambar disini.

Adven yang pertama

1 Desember 2009 at 01:55 | In Uncategorized | Leave a Comment
Tags:

Menanti, merupakan pekerjaan yang membosankan, tapi tidak kalau seorang mempelai wanita menanti kedatangan mempelai laki-laki, sekali lagi tidak ada kata bosan. Hal itu berkaitan dengan penantian kita akan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, laksana kita menantikan mempelai laki-laki tersebut.

Untuk itu dibutuhkan tenaga dan roh nabi Elia sebagaimana yang dipunyai Yohanes yang ditulis dalam Lukas 1:17 ( ” Dan ia (Yohanes ) akan berjalan mendahului Tuhan (Yesus) dalam roh dan tenaga Elia,……………. ” . Kenapa nabi Elia? Beliau mempunyai : Pengandalan yang tanpa batas didalam Tuhan, yang dibuktikan dengan mampu tetap tinggal didalam Tuhan walau dalam keadaan berbagai kekurangan , kemudian beliau juga sebagai pendoa yang rajin/besar juga dibuktikan pada saat Beliau berdoa bagi anak janda Sarfat yang meninggal sehingga hidup lagi, serta sebagai saksi yang penuh keyakinan seorang diri tatkala menghadapi 450 nabi baal dan 400 nabi Asyera , membuktikan siapa Allah yang benar.

Dalam penantian kita terhadap mempelai jiwa kita, hendaknya juga demikian, tampil didalam pengandalan kepada Tuhan, doa yang tidak menjadi dangkal dan pengambilan keputusan yang jelas berpihak kepada Tuhan sehingga kita patut bila Tuhan datang dan banyak jiwa juga ditambahkan kedalam persekutuan bila kita mau membantu mengabarkan kabar kesukaan dan Tuhan sebagai terang dunia. Gambar disini

Sumber : NAC.

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.